sb1m

Rabu, 05 Oktober 2016

Keuntungan dan Kerugian Hypnobirthing





Keuntungan hypnobirthing dari aspek kesehatan :

a. Menghilangkan   atau   sangat   mengurangi   kebutuhan   akan   anestesi   dan   obat   kimia  untuk menghilangkan rasa nyeri

Dalam   sebuah   penelitian   di   Inggris,   55%   dari   90   pasien   (ibu   primi   &   secundi)   tidak membutuhkan obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sedangkan pada kelompok-kelompok non- hipnosis lain, hanya 22% dari 90 pasien tidak diperlukan pengobatan. Dua buah penelitian yang dilaporkan   pada   1.000   kelahiran   berturut-turut:   dari   850   wanita   yang   dilakukan hypnoanesthesia didapatkan hasil bahwa 58 % tidak memerlukan obat. Sedangkan dipenelitian lain pada pasien yang dilakukan hypnoanesthesia didapatkan hasil bahwa 79% persalinan tanpa obat anesthesia.

Kelompok Hipnosis mengalami penurunan penggunaan obat nyeri dan co-intervensi, lebih baik jika dibandingkan dengan  perawatan biasa. Studi tersebut juga melaporkan bahwa tidak ada efek yang merugikan/ negative dari penggunaan hypnosis saat melahirkan.

b. Kebutuhan prosedur invasif seperti induksi, episiotomy, epidural dan operasi berkurang drastis 

Menurut penelitian penggunaan hipnosis untuk membantu dalam persiapan pasien obstetrik untuk persalinan. Dapat juga mengurangi komplikasi, operasi, dan lama rawat di rumah sakit selain itu hypnosis menunjukkan manfaat kesehatan langsung kepada ibu dan anak.

c. Hypno-birthing mencegah morning sickness

Waxman (1989) menyatakan bahwa hipnosis dapat sangat berguna dalam mengurangi mual pagi hari, Sebuah studi oleh Fuchs et al (1980) dilakukan pada 138 wanita yang menderita muntah sangat parah diobati dengan hipnosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 perempuan dari 138 diobati dengan hipnosis:

 61 ibu bebas dari muntah-muntah dan mual
 24 ibu bebas dari mual muntah meskipun beberapa tahap.
 1 Ibu gagal.

Simon & Schwartz (1999) merekomendasikan penggunaan hipnosis dalam morning sickness karena menyebabkan kehamilan lebih nyaman dan janin sehat serta mencegah hiperemesis gravidarum.

d. Hypnosis membantu mencegah dan menyembuhkan Depresi Post partum

Banyak ibu yang tenyata tidak siap untuk perubahan, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang signifikan bahwa dengan hypnosis dapat mencegah dan mengobati depresi post partum.

Keuntungan hypnobirthing dari aspek keselamatan :

a. Menghilangkan sindrom Fear-Tension-Pain sebelum, selama, dan setelah melahirkan

Takut merangsang produksi hormon stres dalam tubuh (katekolamin), hormon ini menyebabkan rahim untuk menegang dan darah mengalir ke kaki meninggalkan uterus dan organ lain dengan oksigen tidak cukup, ini pada gilirannya menyebabkan rahim menjadi kekurangan oksigen sehingga bekerja tidak efektif dan menyebabkan rasa sakit. Ketika kita berada dalam ketakutan, kita bereaksi dan rasa sakit akan yang lebih kita rasakan.

Pengalaman rasa sakit seorang wanita saat bersalin akan menambah semakin stress wanita tersebut, dan akhirnya dia merasa lebih takut dan lebih sakit lagi. Ini adalah lingkaran setan yang sulit untuk diputuskan, padahal sebenarnya tubuh seorang wanita dirancang sempurna untuk proses melahirkan bayi dengan mudah, lembut dan nyaman. Hipnosis memberdayakan kita  untuk menghilangkan rasa takut, ketegangan,  nyeri  dan siklus kecemasan, yang pada gilirannya melemaskan otot-otot rahim, sehingga mengurangi rasa sakit. Akhirnya, hypnosis memungkinkan seorang wanita untuk melahirkan lebih nyaman dan memungkinkan ikatan yang lebih baik dengan bayi menjadi lebih santai, menyenangkan dan berenergi.

b. Memperpendek Kala I

Abramson dan Heron melakukan penelitian terhadap 100 ibu hamil yang dilatih hypno-birthing dan ternyata temuan yang diperoleh mereka mengalami pemendekan durasi kala I persalinan (3,23 jam) dibandingkan dengan kelompok control sebanyak 88 ibu hamil. 45 ibu yang pertama kali menggunakan hypno-birthing saat bersalin memiliki rata-rata 4,5 jam untuk kala I fase Aktif.

Jenkins dan Pritchard, Journal Obstetri dan Ginekologi American, 1950. Melakukan penelitian juga tentang Hypnosis untuk Melahirkan : pendidikan prenatal dan output proses persalinannya. diterbitkan, Juni 2001. Dalam studinya dari 262 subyek dengan 600 kontrol yang dilakukan oleh, ditemukan bahwa lama kala I berkurang hingga 3 jam untuk ibu yang pertama kalinya melahirkan   (primigravida)   dan   1   jam   untuk   wanita   yang   sudah   berpengalaman   dalam melahirkan (Multigravida).

c. Posisi bayi sungsang dan terlilit tali pusar dapat diubah dengan menggunakan hipnosis

Seorang peneliti di University of Vermont, Burlington, Amerika Serikat, digunakan hipnosis pada 100 wanita hamil yang bayinya berada dalam posisi sungsang antara 37 dan 40 minggu kehamilan. Para wanita menerima hipnosis dengan saran-saran untuk relaksasi umum dan pelepasan ketakutan dan kecemasan. 81% dari bayi di kelompok hypnosis ternyata bayinya berubah ke posisi verteks, sedangkan pada kelompok control hanya 48%. Hypnosis paling efektif untuk perempuan yang termotivasi untuk menggunakan teknik ini. Selain melibatkan teknik visualisasi, relaksasi hipnosis dapat membantu Anda untuk merilekskan otot-otot di rahim dan sekitar perut sehingga cukup atau memungkinkan bayi untuk mengubah posisinya.

Salah satu teknik hypnosis adalah dengan berkomunikasi dengan janin yaitu :

1. Memahami apa yang kira – kira bisa janin dengar
2. Sadar bahwa suara bisa menstimulasi janin usia 6 bulan
3. Menyadari apa yang dirasakan oleh janin
4. Mengerti apa yang janin pikirkan
5. Mempertimangkan efek jangka panjang dari kehidupan emosi ibu
6. Memahami efek hormon kecemasan (Ilmiasih & Susanti, 2010)

Keuntungan hypnobirthing dari aspek budaya :

Teknik ini merupakan  teknik yang diadopsi dari negeri barat, namun sebenarnya sangat universal untuk digunakan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Sesuai dengan artikel, teknik   dipublikasikan   oleh   Dr.   Grantly   Dick-Read,   hipnoterapi   ini   digunakan   untuk membantu   ibu   memahami   dan   melepaskan  fear-tension-pain  syndrome   yang   merupakan penyebab dari kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran. Teknik ini mungkin masih awam di kalangan masyarakat Indonesia dan mungkin terapi ini belum terjamah oleh masyarakat yang kurang akses teknologi atau financial yang kurang. Hipnoterapi ini pada intinya adalah mengoordinasikan fungsi mind body and soul secara harmonis yang dimana serupa dengan dengan menonton motivator atau mengikuti acara keagamaan, namun bedanya hipnoterapi ini dilakukan secara regular sampai akhirnya ibu melahirkan. Hipnoterapi ini tidak bersifat SARA atau dapat dilakukan oleh budaya satu daerah, namun terapi ini dapat dilakukan oleh semua ibu di dunia yang dimana dikatakan tidak ada efek samping negatifnya.


 Keuntungan yang didapat ibu hamil dengan hypnobirthing :

• Mengurangi rasa sakit dengan kadar yang sangat besar hingga tidak terasa sakit sama sekali
• Mengurangi kemungkinan adanya komplikasi kahamilan yang dipengaruhi factor stress dan depresi
• Proses persalinan akan berjalan nyaman, lancar, dan relative lebih cepat
• Mengurangi kemungkinan diambilnya tindakan episiotomy
• Ibu akan lebih merasakan ikatan batin dan emosi terhadap janin
• Ibu akan lebih dapat mengontrol emosi dan perasaan
• Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan
• Bayi yang lahir tidak akan kekurangan oksigen sehingga menjadi lebih sehat

 Keuntungan yang didapat janin dengan hypnobirthing :

• Getaran   tenang   dan   damai   akan   dirasakan   oleh   janin   dan   merupakan   dasar   dari perkembangan jiwa
• Pertumbuhan janin lebih sehat karena keadaan tenang akan memberikan hormon-hormon yang seimbang ke janin melalui plasenta.

 Keuntungan yang didapat suami dari hypnobirting :

• Lebih tenang dalam mendampingi proses persalinan
• Emosi istri akan menjadi lebih stabil dalam kehidupan sehari-harinya
• Aura positif dan tenang yang dimiliki oleh istri akan mempengaruhi aura orang-orang disekitar juga

 Keuntungan yang didapat dokter atau bidan dengan hypnobirthing :

• Dapat lebih focus dan konsentrasi bekerja karena tidak perlu menghadapi emosi labil ibu yang hendak melahirkan
• Kemungkinan timbulnya komplikasi dan masalah saat proses persalinan dan kelahiran sangat kecil
• Lebih mudah menangani ibu hamil karena tidak panik dan tetap tenang
• Tidak perlu menggunakan obat bius untuk ibu yang hendak melahirkan 

Selain manfaat-manfaat hypnosis seperti yang diungkapkan sebelumnya diatas, berikut ini manfaat lain dari penggunaan hypno-birthing :

• Hipnosis dapat memfasilitasi proses ikatan ibu-bayi
• Pengembalian pengalaman melahirkan yang indah dan damai.
• Melibatkan pendamping persalinan menjadi bagian integral dari proses kelahiran, bukan penonton.
• Mempercepat pemulihan
• Keadaan umum bayi lebih baik
• Mengurangi resiko hiperventilasi
• APGAR Score lebih tinggi pada bayi
• Bayi dapat tidur dengan lebih baik.
• Mengurangi kelelahan pada ibu bersalin
• Meningkatkan produksi ASI


Dikatakan   sampai   saat   ini   tidak   terdapat   efek   samping   dari   teknik   ini   karena   teknik   tidak menggunakan ramuan atau obat-obatan tertentu dalam prakteknya. Hanya saja kelemahannya adalah teknik ini memerlukan financial yang cukup dari seorang ibu yang ingin melakukannya, sehingga bagi ibu yang kurang mampu mungkin belum dapat mengakses terapi ini



SEMOGA BERMANFAAT!

Jumat, 30 September 2016

Prenatal Yoga Untuk Menciptakan Ketenangan




Prenatal Yoga atau Pregnancy Yoga. Ada berbagai alasan kenapa aktivitas kuno ribuan tahun ini masih relevan dan banyak memberikan manfaat positif bagi ibu hamil, seperti menjaga kesehatan, dan mempermudah persalinan.

1. Melatih pernafasan

Prenatal Yoga bermanfaat karena membantu ibu hamil untuk belajar pernafasan dengan ritme yang lebih teratur, dan rileks. Dengan belajar teknik-teknik pernafasan dalam Prenatal Yoga, tentunya akan melatih seorang ibu hamil untuk bernafas secara teratur, yang berguna untuk proses persalinan nanti.

2. Menjaga kesehatan

Prenatal Yoga mempunyai berbagai gerakan yang disesuaikan dengan kebutuhan seorang wanita hamil. Dengan gerakan aktif tersebut, tentu badan akan menjadi lebih sehat, peredaran darah menjadi lancar, kalori dalam tubuh terbakar sehingga berat badan tidak melambung, mengurangi sakit pinggang, sakit kepala, hingga mual. 

3. Menciptakan ketenangan

Salah satu teknik pernafasan dalam yoga seperti Ujjayi ternyata dapat membantu menenangkan pikir dan tubuh. Dengan ketenangan, proses kehamilan, dan persalinan tentu akan menjadi lebih nyaman dijalani.

4. Menghilangkan stres

Perubahan hormonal, dan fisik akibat kehamilan kadang membuat seorang ibu hamil begitu mudah mengalami stres. Dengan berlatih Prenatal Yoga, kita secara tidak langsung kita berusaha menanamkan perasaan tenang yang mampu mengusir rasa stres tersebut.

5. Menjalin pertemanan

Prenatal Yoga memang bisa dilakukan sendiri, tapi ada baiknya Ibu juga ikut dalam kelas-kelas pengajaran. Selain bisa mendapatkan informasi seputar Prenatal Yoga dari ahlinya, Ibu juga bisa berkenalan dengan calon ibu-ibu lain, berbagi informasi hingga persahabatan.



SEMOGA BERMANFAAT!

Cara Memperdengarkan Musik Untuk Bayi dalam Kandungan




Memperdengarkan musik ketika bayi masih dalam kandungan telah diketahui membawa pengaruh terhadap bayi kelak ketika ia telah lahir. Perlu diketahui juga bahwa, janin sejak usia 17 minggu dalam kandungan sudah mulai dapat mendengar suara dari luar rahim. Dan pada saat usia kandungan telah menginjak usia 20 minggu kandungan, janin sudah mampu mengenali suara ibunya dan merespon suara.

Mendengarkan musik untuk bayi Anda saat dia masih dalam kandungan akan memberikan menghasilkan ikatan dengan bayi sejak sebelum ia lahir.  Mengekspos bayi  yang belum lahir dengan musik klasik bisa membuat bayi menjadi mudah ditenangkan dengan mendengarkan musik yang sama setelah lahir. 

Buatlah beberapa ikatan waktu dengan si kecil. Sebelum Anda mulai untuk memutarkan musik untuk janin Anda, persiapkan dulu perangkatnya. Sediakan alat pemutar musik lengkap dengan headphone, Anda bisa menggunakan CD portabel atau pemutar CD yang menurut Anda praktis. 


Langkah pertama 

Untuk mendapatkan permainan musik yang cocok, Anda bisa mengunjungi toko CD yang menyediakan beberapa album musik klasik untuk bayi Anda. Carilah kompilasi yang memiliki beberapa komposisi atau kompilasi khusus dirancang untuk bayi yang masih  belum lahir. 

Langkah kedua

Masukan CD ke player, kemudian pasang headphonenya. Coba dengarkan ketelinga Anda, pastikan suaranya tidak terlalu keras dan nyaman jika Anda dengarkan. Tandai berapa nilai sound yang keluar, kemudian kecilin lagi suaranya dan stop player. 

Langkah ketiga 

Perlebar ukuran headphone agar speaker headphine bisa menjangkau terhadap sisi kanan dan kiri perut Anda. Tempatkan masing-masing speaker headphone di setiap sisi perut Anda dengan band yang membentang di atas perut. Sesuaikan letak headphone agar tetap pada tempatnya dan tidak mudah  jatuh. 

Langkah keempat 

Putar kembali CD player portabel Anda, sesuaikan kembali volumenya seperti yang tlah Anda tandai pada langkah 2. Namun Pastikan jika Anda tidak dapat mendengar musik yang keluar dari headphone, karena jika Anda masih bisa mendengarkannya dari jauh berarti itu terlalu keras. Ingat, terlalu keras justru bisa sangat mengganggu bayi Anda. 

Langkah kelima

Untuk memberhentikannya, atau ketika Anda rasa sudah cukup selanjutnya habiskan volumenya dengan cara perlahan. Setelah itu stop CD playernya dan lepas headphone dengan cara lembut.

Menggunakan headphone untuk memperdengarkan musik kepada bayi dalam kandungan adalah cara termudah dan untuk waktu yang lebih lama. Memutarkan kembali musik yang sama nanti ketika bayi telah lahir akan sangat membantu untuk menghiburnya. Bayi yang telah lahir akan akrab dengan suara musik yang sering Anda perdengarkan ketika ia masih dalam rahim. Jika nanti ia rewel atau sedang tidak mood, memperdengarkan musik yang sama akan memudahkan Anda untuk menenangkannya. Bukan hanya memperdengarkan melalui player dan headphone, jika Anda suka bernyanyi mendendangkan lagu favorit Anda, Bayi Anda nantinya juga bisa mengenalinya nanti.  Sekali lagi jangan terlalu keras mengekspose janin dengan musik selama ia dalam kandungan.


SEMOGA BERMANFAAT! 

Rabu, 28 September 2016

Inilah 5 Perubahan Vagina Wanita Pasca Persalinan




Tubuh perempuan memang luar biasa. Dari tubuh Ibu, akan tumbuh janin buah cinta Ibu dengan Bapak. Janin tersebut akan membesar, dan akhirnya akan keluar melalui vagina. Bayangkan bagaimana bayi yang begitu besar bisa melalui jalan vagina yang kecil. Tubuh Ibu akan mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan maupun pasca persalinannya. 


1. Meregang dan mengkerut lagi


Vagina itu organ yang sangat mudah meregang, bisa mengembang sampai 10 cm agar bayi bisa melewatinya, dan kemudian mengkerut lagi. Meskipun begitu, vagina dikelilingi oleh serangkaian otot yang sebut otot dasar panggul, dan otot-otot ini dipengaruhi oleh kehamilan dan persalinan.

Kemampuan peregangan vagina tergantung pada beberapa faktor, termasuk gen bawaan, ukuran bayi, berapa lama Ibu mengejan, dan apakah peregangan dibantu dengan forcep (alat untuk membantu mengeluarkan bayi). Melakukan latihan dasar panggul bisa membantu mengetatkan otot vagina, yang secara efektif juga akan mengencangkan dinding vagina.

2. Robekan akan menyatu lagi



Sekitar 50 persen ibu yang baru pertama kali melahirkan butuh jahitan untuk mengatasi perubahan vagina setelah melahirkan. Namun Mama tak usah khawatir; hal itu tidak sesakit yang Mama bayangkan. Jika Anda belum pernah menjalani epidural, Anda akan diberi suntikan anestesi lokal sementara dokter atau bidan akan menjahit robekan atau guntingan episiotomi (area kulit antara vagina dan anus).

Benang untuk menjahit robekan vagina lunak dan pada akhirnya akan menyatu dengan kulit. Karena itu, dokter tidak akan melepas jahitan ketika jaringan di bawah kulit telah menyatu. Namun, Mama mungkin tetap bisa merasakan apakah area tersebut terasa empuk, bengkak, atau memar. Hal ini juga terjadi meskipun Mama tidak mendapatkan jahitan setelah melahirkan normal.

Dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit setelah persalinan. Jika Mama merasa sulit buang air kecil karena jahitan tersebut, coba siramkan air hangat pada kemaluan Mama. Atau, pipislah sambil mandi karena hal itu akan mengencerkan kadar asam pada urin.

3. Tidak bisa menahan pipis



Lebih dari 40 persen perempuan akan mengalami inkontinensia (tidak mampu menahan buang air kecil) setelah punya anak. Seringkali ada sedikit urin yang keluar, terutama ketika Anda tertawa, batuk, atau bersin. Namun itu bisa menghilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan sehingga Anda tak perlu khawatir.

Untuk mencegah inkontinensia, Ibu disarankan untuk melatih otot dasar panggul lagi. Caranya, dengan menarik dan melepaskan otot vagina, seperti ketika Ibu mencoba menahan pipis. Jangan lupa, latihan ini harus dilakukan setiap hari seperti ketika Anda mandi. Anda bisa kok melakukannya sambil duduk ketika menyusui atau menunggu lampu lalu lintas menjadi hijau.

4. Peranakan turun



Kadang-kadang tekanan saat mengejan dalam proses persalinanbisa menyebabkan peranakan turun (prolaps). Artinya, satu atau lebih dari organ-organ panggul (seperti rahim, kantung kemih, atau dubur) turun ke arah vagina. Hal ini sebenarnya jarang terjadi, hanya pada sekitar 10 persen perempuan. Hal itu bisa terasa berat, Anda bahkan mungkin bisa merasakan dan melihat tonjolan di dalam vagina. Jika prolaps itu menekan kantung kemih, Anda mungkin akan sering ke toilet.

Untungnya, peranakan turun itu bisa pulih seiring berjalannya waktu. Ibu bahkan tidak perlu perawatan khusus, tergantung pada tingkat keparahannya. Jika setelah enam minggu kontrol tidak merasa lebih baik, Ibu bisa mengunjungi dokter untuk dirujuk pada ahli fisioterapi panggul.

5. Vagina kering dan libido rendah



Ketika baru punya bayi, Ibu akan mulai kekurangan tidur. Perhatian Ibu pun akan terfokus pada bayi. Kadar estrogen menurun sehingga tubuh mulai memproduksi ASI, tetapi hal ini bisa menyebabkan kondisi vagina setelah melahirkan jadi kering dan libido yang rendah. Semakin lama Ibu menyusui, semakin rendah kadar estrogen maupun libido Ibu. Akibatnya, meski menyusui itu baik untuk bayi, namun bisa memengaruhi kehidupan seks Ibu.

Dalam kondisi seperti ini, Ibu perlu tetap memerhatikan kebutuhan Bapak. Jangan abaikan Bapak karena terlalu terfokus pada bayi. Gunakan cairan lubrikasi jika vagina yang kering menyebabkan hubungan seks terasa nyeri. Berikan pengertian pada pasangan untuk tidak terburu-buru memaksakan hubungan seks, bagaimana pun Mama lah yang merasakan ketidaknyamanan tersebut.


Apa pun kondisi vagina setelah melahirkan, perempuan diberi kemampuan untuk memulihkan diri. Mudah-mudahan Ibu bisa menerima kondisi itu sebagai bagian dari kehadiran seorang bayi, agar Ibu tidak stres berkepanjangan.

SEMOGA BERMANFAAT!

Amankah Spa Untuk Ibu Hamil?




Rutinitas perawatan diri di spa dan salon-salon kecantikan merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh wanita. Tak salah memang, karena sudah kodratnya wanita suka berdandan dan merawat diri untuk menjaga kecantikan. Selain bermanfaat untuk menjaga kecantikan, berbagai aktivitas di salon dan spa nyatanya juga bisa menjadi hiburan tersendiri untuk kaum wanita. 

Memang rupiah yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit, namun kebanyakan dari mereka mengaku bahwa perawatan diri di salon dan spa dapat membuat tubuh menjadi lebih segar dan rileks. Karena itu, tak heran banyak wanita rela merogoh kocek dalam-dalam demi melakukan berbagai perawatan ala salon dan spa tersebut.

Bagi wanita yang tidak sedang hamil, mungkin kegiatan ini aman-aman saja. Namun, bagaimana dengan wanita yang sedang hamil? Apakah berbagai macam perawatan di spa aman dilakukan ketika hamil? 

1. Hot Tub dan Sauna



Hot tub dan sauna sangatlah tidak dianjurkan untuk dilakukan saat hamil. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh ibu hamil dan ini tidak aman untuk bayi, karena beresiko mengalami cacat lahir seperti spina bifida (cacat tabung saraf). Penelitian tentang hal ini masih terus berlanjut, dan sampai saat ini berbagai macam hasil penelitian menyarankan agar wanita hamil sebaiknya meninggalkan atau menghindari hot tub dan sauna.

2. Body wrap



Body wrap atau melakukan perawatan balut badan dilakukan untuk menghilangkan selulit dan membentuk tubuh agar lebih ramping dan kencang. Namun, kegiatan ini sangatlah tidak boleh dilakukan saat hamil. Body wrap dapat menimbulkan panas pada tubuh ibu hamil. Panas yang dikeluarkan tubuh lewat body wrap idealnya bermanfaat bagi wanita yang tidak hamil (karena bisa membantu membakar bagian-bagian lemak tertentu dalam tubuh). 

Namun, bagi wanita yang sedang hamil, panas tersebut dapat mengancam keselamatan janin yang dikandung dan meningkatkan resiko cacat tabung saraf pada bayi. Efek lain dari panas tersebut adalah menimbulkan dehidrasi yang juga akan sangat berbahaya untuk ibu hamil dan janin, karena beresiko mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur. Selain menimbulkan panas, body wrap termasuk menutupi (membalut) perut sangatlah tidak aman untuk ibu hamil.

3. Facial



Pada dasarnya facial boleh saja dilakukan selama kehamilan, dengan catatan facial yang dilakukan tersebut bertujuan untuk relaksasi dan hanya menggunakan bahan-bahan yang alami dan aman. Namun, Anda sebaiknya menghindari facial bila facial yang dilakukan tersebut hanya bertujuan untuk menghilangkan berbagai macam keluhan di kulit seperti jerawat, bintik-bintik atau masalah lainnya. Mengapa? Facial yang dilakukan untuk tujuan itu biasanya menggunakan bahan-bahan kimia yang kemungkinan besar berbahaya bagi janin. Misalnya, kandungan retinoid dalam bahan facial, merupakan bahan yang tidak aman untuk ibu hamil karena dapat memicu terjadinya cacat janin.

Selain itu, pada saat hamil biasanya kulit wanita menjadi semakin sensitif akibat pengaruh hormonal. Berbagai keluhan di kulit wajah seperti jerawat, bintik-bintik dan lainnya justru alamiah terjadi saat hamil karena pengaruh hormonal ini. Untuk itu, facial selama hamil sebenarnya tidak diperlukan, karena facial tidak akan membawa efek positif apa-apa bagi kulit Anda. Berbagai macam produk dan bahan facial juga dikhawatirkan akan semakin memperparah masalah pada kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Karena tidak ada yang bisa menjamin apakah bahan yang digunakan facial aman bagi ibu hamil, untuk lebih amannya facial sebaiknya tidak dilakukan saat hamil.

4. Perawatan dengan minyak esensial tertentu



Perawatan di spa banyak menggunakan minyak esensial tertentu, diantaranya adalah minyak esensial dari almond, kemangi, chamomile, kayu manis, cengkeh, adas, cemara, jahe, serai. Beberapa minyak esensial tersebut ada yang menimbulkan efek toksik, menimbulkan kontraksi rahim, dan ada juga yang bisa membuat kulit menjadi semakin sensitif. Aromaterapi sebaiknya tidak dilakukan selama kehamilan trimester pertama yaitu sebelum usia kehamilan menginjka 12 minggu. Karena memiliki resiko yang bisa membahayakan janin.

Beberapa aromaterapi biasanya menggunakan minyak esensial tertentu dengan bau (aroma) yang justru tidak disukai ibu hamil. Bau dan aroma tersebut bisa menimbulkan rasa mual dan tidak nyaman bagi sebagian ibu hamil. Bila hal ini terjadi, sebaiknya aromaterapi dihindari selama hamil. Untuk itu, bila Anda sedang hamil dan ingin melakukan aromaterapi, sebaiknya terlebih dahulu beritahukan kehamilan Anda kepada aromaterapis yang menangani Anda.

5. Manicure dan pedicure



Bisa dibilang, mani pedi merupakan aktivitas spa yang aman dilakukan saat hamil. Namun, pastikan peralatan yang digunakan untuk perawatan kuku tersebut benar-benar bersih, karena jamur pada kuku bisa saja berbahaya untuk Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mencari spa dan salon yang benar-benar bersih.

6. Waxing



Waxing selama hamil tidak berbahaya untuk janin. Hanya, terkadang sebagian wanita hamil tidak nyaman dengan aktivitas ini karena menimbulkan rasa nyeri dan sakit. Dan waxing yang dilakukan saat hamil jauh lebih sakit ketimbang dilakukan saat tidak sedang hamil.

7. Pewarnaan rambut



Pewarnaan rambut sebenarnya aman dilakukan saat hamil. Meskipun sebagian besar metode pewarnaan rambut menggunakan cat dan bahan-bahan kimia, beberapa ahli meyakini bahwa jumlah zat kimia yang diserap ke dalam tubuh cukup kecil untuk mempengaruhi perkembangan janin. Untuk lebih amannya, tundalah sejenak keinginan Anda untuk mewarnai rambut sampai kehamilan Anda menginjak usia yang cukup aman, yaitu masa trimester kedua.

Zat kimia dalam bahan pewarna rambut masuk ke dalam tubuh lewat kulit bukan lewat batang rambut. Untuk itu, ada baiknya pula Anda memilih teknik perawatan rambut yang tidak (sedikit) melakukan kontak dengan kulit kepala, misalnya teknik penyorotan atau pengecatan.

8. Pijat hamil



Melakukan pijat selama hamil boleh-boleh saja, selama pijat yang dilakukan adalah pijatan yang lembut, mampu memberikan efek relaksasi, memperlancar peredaran darah, dan bukan pijatan yang menekan sekitar area perut. Beberapa salon kecantikan ada yang menawarkan pijat khusus ibu hamil. Hal ini boleh dan aman untuk dilakukan. Para praktisi di salon dan spa tentunya tahu bagaimana pijat yang boleh dilakukan untuk ibu hamil. Bila dilakukan dengan benar, pijat selama hamil yang dilakukan sebanyak 1 – 2 kali seminggu bisa bermanfaat bagus bagi ibu hamil.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal posisi pijat selama hamil. Setelah kehamilan menginjak usia 18 minggu, maka sebaiknya ibu hamil tidak boleh dipijat dalam posisi berbaring datar (telentang), karena rahim yang semakin besar dan berat dapat menekan pembuluh darah vena cava sehingga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Praktisi pijat khusus ibu hamil pastinya tahu bagaimana cara terbaik untuk melakukan pijat selama hamil.

9. Botox



Botox selama hamil sebaiknya dihindari. Beberapa ahli berkeyakinan bahwa suntikan botox dapat berbahaya bagi janin.

10. Tanning



Tanning sebaiknya tidak diakukan salam hamil. Meski belum ada bukti ilmiah apakah tanning berbahaya untuk janin, namun faktanya tanning tidak bagus untuk ibu hamil. Tanning bisa meningkatkan resiko kanker kulit. Bahkan saat hamil, justru kulit menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh sinar Ultar Violet (UV). Wanita hamil lebih rentan mengalami kloasma (kehitaman pada kulit) yang justru semakin parah bila terkena sinar UV.

11. Pemutih Gigi



Perawatan untuk memutihkan gigi adalah sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan wanita hamil dan menyusui. Perubahan hormonal selama hamil sering mempengaruhi kondisi jaringan gusi dan dapat memicu terjadinya radang gusi, bengkak, dan bahkan berdarah. Penggunaan bahan-bahan pemutih gigi biasanya akan semakin memperparah kondisi tersebut. Jagalah selalu kebersihan dan kesehatan gigi Anda dengan cara rajin menggosok gigi dan bila perlu melakukan kunjungan ke dokter gigi.

Nah, sekarang sudah tahu kan mana jenis perawatan spa yang aman dan tidak aman dilakukan saat hamil? Ingin tetap tampil cantik selama hamil tentu boleh-boleh saja. Namun, hendaknya Anda bisa lebih bijaksana dalam memilih jenis perawatan mana yang aman bagi Anda dan bayi Anda. 

Libur dari beberapa perawatan spa yang jelas-jelas berbahaya bagi Anda dan janin Anda adalah lebih baik dan bijaksana untuk dilakukan sebagai wujud cinta Anda kepada calon buah hati Anda.



SEMOGA BERMANFAAT!

Selasa, 27 September 2016

Telur dan Kacang Berguna Untuk Perkecil Alergi Pada Bayi




Saat mengenalkan makanan padat ke bayi, sepertinya akan lebih baik jika Ibu memasukkan makanan seperti telur dan kacang-kacangan, karena ternyata makanan ini akan memberi pengaruh positif di dalam tubuh bayi, terutama dalam hal kekebalan tubuhnya terhadap alergi.

Sebuah analisis penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menemukan bahwa mengenalkan makanan berupa telur dan kacang-kacangan pada bayi ternyata mampu mengurangi risiko alergi pada anak saat tumbuh besar nanti.

Hal ini justru bertolak belakang dengan yang dikatakan American Academy of Pediatricspada tahun 2002 lalu yang merekomendasikan untuk menjauhkan segala makanan berpotensi alergi sebagai makanan yang dikenalkan pada bayi. Saran ini terutama perlu dilakukan untuk keluarga yang memang memiliki sejarah alergi sebelumnya.

Makanan yang kemungkinan menimbulkan alergi baru boleh dikenalkan pada bayi paling tidak ketika usia mereka satu tahun dan lebih tua dari itu. Tapi penelitian terbaru memberi bukti sebaliknya, bahwa mengenalkan makanan saat anak masih kecil justru bisa mencegah reaksi alergi makanan saat mereka tumbuh besar nantinya.



Dalam penelitian ini juga mengikutsertakan hasil 146 penelitian lainnya untuk mendukung penemuan mereka. Peneliti menemukan bahwa kacang yang diperkenalkan awal pada anak antara usia 4-11 bulan ternyata mengurangi risiko mengembangkan alergi terhadap kacang. begitu juga dengan telur. Memperkenalkan makan telur pada anak usia 4-6 bulan bisa mengurangi risiko alergi telur.

Tapi tentu saja masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hal ini, seperti misalnya mengetahui seberapa banyak jumlah ideal atau batas aman mengonsumsi sumber alergen yang bisa dikonsumsi anak.

Mengenalkan berbagai varian makanan pada anak saat bayi memang sangat diperlukan, bulan hanya untuk memberi nutrisi yang lengkap, namun juga mengenalkan tubuhnya terhadap berbagai macam jenis makanan agar tubuhnya terbiasa.



SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 25 September 2016

Kehamilan Bagi Penderita Tuberculosis




Bagi penderita TBC yang sedang mengandung, penyakit ini dapat mempengaruhi janinnya bila tidak ditangani. Meskipun kemungkinan TBC aktif rendah, seorang ibu hamil dengan bakteri TBC harus tetap ditangani. Biasanya, bayi yang lahir dari seorang ibu dengan TBC akan memiliki berat badan dibawah normal. Bayi juga mungkin terkena TBC, namun kasus ini jarang terjadi. Perlu diketahui, meskipun penderita TBC dengan kondisi hamil meminum obat-obatan, namun hal ini tidak mempengaruhi perkembangan janin.

Pada ibu hamil, tes TBC dapat dilakukan dengan skin test. Tes ini tergolong aman dan valid bagi wanita hamil. Tes darah juga tergolong aman, namun tes ini belum pernah diuji untuk mendeteksi tanda-tanda bakteri TBC pada wanita hamil. Jadi tes ini belum teruji validitasnya.

Beberapa obat-obatan tidak disarankan bagi wanita hamil. Beberapa diantaranya adalah Streptomycin, Kanamycin, Amikacin, Capreomycin, dan Fluoroquinolones. Seorang wanita hamil harus selalu mengkonsultasikan menggenai obat-obatan dan efek samping obat tersebut. Jika tidak, hal ini dapat membahayakan kondisi kehamilan.

Meskipun seorang ibu terkena bakteri TBC, tidak langsung berarti si ibu tidak bisa menyusui anaknya. Obat-obatan bagi penderita TBC tidak banyak berpengaruh pada produksi ASI. Tentu saja obat-obatan ini tidak meracuni produksi ASI. Namun, disamping mengkonsumsi obat, seorang ibu menyusui juga harus mengkonsumsi vitamin dan suplemen.




 SEMOGA BERMANFAAT!