Rutinitas perawatan diri di spa dan salon-salon kecantikan
merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh wanita. Tak salah
memang, karena sudah kodratnya wanita suka berdandan dan merawat diri untuk
menjaga kecantikan. Selain bermanfaat untuk
menjaga kecantikan, berbagai
aktivitas di salon dan spa nyatanya juga bisa menjadi hiburan tersendiri untuk
kaum wanita.
Memang rupiah yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit, namun
kebanyakan dari mereka mengaku bahwa perawatan diri di salon dan spa dapat
membuat tubuh menjadi lebih segar dan rileks. Karena itu, tak heran banyak
wanita rela merogoh kocek dalam-dalam demi melakukan berbagai perawatan ala
salon dan spa tersebut.
1. Hot Tub
dan Sauna
Hot tub dan sauna sangatlah tidak dianjurkan untuk dilakukan
saat hamil. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh ibu hamil dan ini
tidak aman untuk bayi, karena beresiko mengalami cacat lahir seperti spina
bifida (cacat tabung saraf). Penelitian tentang hal ini masih terus berlanjut,
dan sampai saat ini berbagai macam hasil penelitian menyarankan agar wanita
hamil sebaiknya meninggalkan atau menghindari hot tub dan sauna.
2. Body wrap
Body wrap atau melakukan perawatan balut badan dilakukan
untuk menghilangkan selulit dan membentuk tubuh agar lebih ramping dan kencang.
Namun, kegiatan ini sangatlah tidak boleh dilakukan saat hamil. Body wrap dapat
menimbulkan panas pada tubuh ibu hamil. Panas yang dikeluarkan tubuh lewat body
wrap idealnya bermanfaat bagi wanita yang tidak hamil (karena bisa membantu
membakar bagian-bagian lemak tertentu dalam tubuh).
Namun, bagi wanita yang
sedang hamil, panas tersebut dapat mengancam keselamatan janin yang dikandung
dan meningkatkan resiko cacat tabung saraf pada bayi. Efek lain dari panas tersebut
adalah menimbulkan dehidrasi yang juga akan sangat berbahaya untuk ibu hamil
dan janin, karena beresiko mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur. Selain
menimbulkan panas, body wrap termasuk menutupi (membalut) perut sangatlah tidak
aman untuk ibu hamil.
3. Facial
Pada dasarnya facial boleh saja dilakukan selama kehamilan,
dengan catatan facial yang dilakukan tersebut bertujuan untuk relaksasi dan
hanya menggunakan bahan-bahan yang alami dan aman. Namun, Anda sebaiknya
menghindari facial bila facial yang dilakukan tersebut hanya bertujuan untuk
menghilangkan berbagai macam keluhan di kulit seperti jerawat, bintik-bintik
atau masalah lainnya. Mengapa? Facial yang dilakukan untuk tujuan itu biasanya
menggunakan bahan-bahan kimia yang kemungkinan besar berbahaya bagi janin.
Misalnya, kandungan retinoid dalam bahan facial, merupakan bahan yang tidak
aman untuk ibu hamil karena dapat memicu terjadinya cacat janin.
Selain itu, pada saat hamil biasanya kulit wanita menjadi
semakin sensitif akibat pengaruh hormonal. Berbagai keluhan di kulit wajah
seperti jerawat, bintik-bintik dan lainnya justru alamiah terjadi saat hamil
karena pengaruh hormonal ini. Untuk itu, facial selama hamil sebenarnya tidak
diperlukan, karena facial tidak akan membawa efek positif apa-apa bagi kulit
Anda. Berbagai macam produk dan bahan facial juga dikhawatirkan akan semakin
memperparah masalah pada kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Karena tidak ada
yang bisa menjamin apakah bahan yang digunakan facial aman bagi ibu hamil,
untuk lebih amannya facial sebaiknya tidak dilakukan saat hamil.
4. Perawatan
dengan minyak esensial tertentu
Perawatan di spa banyak menggunakan minyak esensial
tertentu, diantaranya adalah minyak esensial dari almond, kemangi, chamomile,
kayu manis, cengkeh, adas, cemara, jahe, serai. Beberapa minyak esensial
tersebut ada yang menimbulkan efek toksik, menimbulkan kontraksi rahim, dan ada
juga yang bisa membuat kulit menjadi semakin sensitif. Aromaterapi sebaiknya
tidak dilakukan selama kehamilan trimester pertama yaitu sebelum usia kehamilan
menginjka 12 minggu. Karena memiliki resiko yang bisa membahayakan janin.
Beberapa aromaterapi biasanya menggunakan minyak esensial
tertentu dengan bau (aroma) yang justru tidak disukai ibu hamil. Bau dan aroma
tersebut bisa menimbulkan rasa mual dan tidak nyaman bagi sebagian ibu hamil.
Bila hal ini terjadi, sebaiknya aromaterapi dihindari selama hamil. Untuk itu,
bila Anda sedang hamil dan ingin melakukan aromaterapi, sebaiknya terlebih
dahulu beritahukan kehamilan Anda kepada aromaterapis yang menangani Anda.
5. Manicure
dan pedicure
Bisa dibilang, mani pedi merupakan aktivitas spa yang aman
dilakukan saat hamil. Namun, pastikan peralatan yang digunakan untuk perawatan
kuku tersebut benar-benar bersih, karena jamur pada kuku bisa saja berbahaya
untuk Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mencari spa dan salon yang
benar-benar bersih.
6. Waxing
Waxing selama hamil tidak berbahaya untuk janin. Hanya,
terkadang sebagian wanita hamil tidak nyaman dengan aktivitas ini karena
menimbulkan rasa nyeri dan sakit. Dan waxing yang dilakukan saat hamil jauh
lebih sakit ketimbang dilakukan saat tidak sedang hamil.
7. Pewarnaan
rambut
Pewarnaan rambut sebenarnya aman dilakukan saat hamil.
Meskipun sebagian besar metode pewarnaan rambut menggunakan cat dan bahan-bahan
kimia, beberapa ahli meyakini bahwa jumlah zat kimia yang diserap ke dalam
tubuh cukup kecil untuk mempengaruhi perkembangan janin. Untuk lebih amannya,
tundalah sejenak keinginan Anda untuk mewarnai rambut sampai kehamilan Anda
menginjak usia yang cukup aman, yaitu masa trimester kedua.
Zat kimia dalam bahan pewarna rambut masuk ke dalam tubuh
lewat kulit bukan lewat batang rambut. Untuk itu, ada baiknya pula Anda memilih
teknik perawatan rambut yang tidak (sedikit) melakukan kontak dengan kulit
kepala, misalnya teknik penyorotan atau pengecatan.
8. Pijat
hamil
Melakukan pijat selama hamil boleh-boleh saja, selama pijat
yang dilakukan adalah pijatan yang lembut, mampu memberikan efek relaksasi,
memperlancar peredaran darah, dan bukan pijatan yang menekan sekitar area
perut. Beberapa salon kecantikan ada yang menawarkan pijat khusus ibu hamil.
Hal ini boleh dan aman untuk dilakukan. Para praktisi di salon dan spa tentunya
tahu bagaimana pijat yang boleh dilakukan untuk ibu hamil. Bila dilakukan
dengan benar, pijat selama hamil yang dilakukan sebanyak 1 – 2 kali seminggu
bisa bermanfaat bagus bagi ibu hamil.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal posisi pijat
selama hamil. Setelah kehamilan menginjak usia 18 minggu, maka sebaiknya ibu
hamil tidak boleh dipijat dalam posisi berbaring datar (telentang), karena
rahim yang semakin besar dan berat dapat menekan pembuluh darah vena cava
sehingga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Praktisi pijat khusus ibu
hamil pastinya tahu bagaimana cara terbaik untuk melakukan pijat selama hamil.
9. Botox
Botox selama hamil sebaiknya dihindari. Beberapa ahli
berkeyakinan bahwa suntikan botox dapat berbahaya bagi janin.
10. Tanning
Tanning sebaiknya tidak diakukan salam hamil. Meski belum
ada bukti ilmiah apakah tanning berbahaya untuk janin, namun faktanya tanning
tidak bagus untuk ibu hamil. Tanning bisa meningkatkan resiko kanker kulit.
Bahkan saat hamil, justru kulit menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh sinar
Ultar Violet (UV). Wanita hamil lebih rentan mengalami kloasma (kehitaman pada
kulit) yang justru semakin parah bila terkena sinar UV.
11. Pemutih
Gigi
Perawatan untuk memutihkan gigi adalah sangat tidak
dianjurkan untuk dilakukan wanita hamil dan menyusui. Perubahan hormonal selama
hamil sering mempengaruhi kondisi jaringan gusi dan dapat memicu terjadinya
radang gusi, bengkak, dan bahkan berdarah. Penggunaan bahan-bahan pemutih gigi
biasanya akan semakin memperparah kondisi tersebut. Jagalah selalu kebersihan
dan kesehatan gigi Anda dengan cara rajin menggosok gigi dan bila perlu
melakukan kunjungan ke dokter gigi.
Nah, sekarang sudah tahu kan mana jenis perawatan spa yang
aman dan tidak aman dilakukan saat hamil? Ingin tetap tampil cantik selama
hamil tentu boleh-boleh saja. Namun, hendaknya Anda bisa lebih bijaksana dalam
memilih jenis perawatan mana yang aman bagi Anda dan bayi Anda.
Libur dari
beberapa perawatan spa yang jelas-jelas berbahaya bagi Anda dan janin Anda
adalah lebih baik dan bijaksana untuk dilakukan sebagai wujud cinta Anda kepada
calon buah hati Anda.
SEMOGA BERMANFAAT!